Mengenal Gangguan Bipolar Serta Gejala Dan Penyebabnya

Gangguan Bipolar – Akhir-akhir ini, masyarakat banyak yang membahas soal gangguan bipolar yang diderita oleh sejumlah artis. Tapi sebetulnya banyak orang yang masih belum paham soal gangguan bipolar itu sendiri.

Gangguan bipolar termasuk jenis penyakit kejiwaan yang disertai dengan gejala berubahnya suasana hati atau mood secara signifikan. Tanda gangguan bipolar terbagi menjadi dua bagian utama, yakni mood depresi dan mood elasi yang juga disebut dengan manik. Sebab terdapat depresi, kadang kala penderita gangguan bipolar mendapatkan hasil diagnosis yang salah, yakni menjadi depresi mayor.

Mengenal Gangguan Bipolar Serta Gejala Dan Penyebabnya

Gangguan Bipolar

Gangguan Bipolar Serta Gejala Dan Penyebabnya

Ketika pasien didiagnosa menderita depresi, biasanya dokter akan memberi obat-obatan antidepresan. Akan tetapi obat antidepresan bukan obat yang cocok bagi pasien gangguan bipolar, yang ada malah kondisi pasien bisa semakin buruk.

Seorang psikiater dari Departemen Psikiatri FKUI/RSCM, Nurmiati Amir, mengungkapkan bahwa apabila antidepresan diresepkan pada pasien yang didiagnosis menderita gangguan bipolar, hal itu malah dapat memicu bagian manik. “Ada perbedaan antara obat untuk depresi mayor dan obat untuk gangguan bipolar. Tidak heran jika pasien gangguan bipolar tidak menampilkan respon yang positif bila diresepkan obat yang tidak tepat,” ungkap Nurmiati.

Apabila penderita terus menggunakan obat antidepresan, malah akan menyebabkan rapid cycling atau siklus yang cepat antara bagian depresi dan bagian manik. Seorang penderita gangguan bipolar bisa disebut sedang mengalami rapid cycling jika orang tersebut setidaknya mengalami empat kali siklus dalam rentang waktu satu tahun. Yang dimaksud satu kali siklus adalah perubahan antara bagian manik dan bagian depresi.

Kesalahan diagnosa pada pasien gangguan bipolar umumnya terjadi karena bagian yang sering diketahui di awal adalah bagian depresi. Malah bagian ini dapat terjadi sampai berulang kali sebelum kemunculan bagian manik. Terutama pada wanita.

Obat yang dipakai penderita gangguan bipolar adalah obat yang bertipe mood stabilizer atau menstabilkan suasana hati. Obat ini bereaksi dengan menekan berubahnya mood antara depresi dan manik.

Kandungan obat-obatan tipe mood stabilizer diantaranya terdiri dari mineral seperti litium, dan anti-konvulsan. Sampai saat ini cuma obat-obatan tersebut yang memperlihatkan pengaruh untuk pengobatan pasien gangguan bipolar. Nurmiati juga menambahkan bahwa hingga kini belum ditemukan obat-obatan herbal yang dapat mengatasi gangguan bipolar.

Comments

comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: